Kamis, 17 Maret 2016

ARTI DAN SEJARAH SANGGA PRAMUKA PENEGAK

ARTI DAN SEJARAH SANGGA PRAMUKA


SALAM PRAMUKA !!!
      Langsung saja seperti yang yang kita tahu, satuan terkecil dalam golongan pramuka Penegak disebut sangga. Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugusdepan Gerakan Pramuka (PP No. 231 Tahun 2007, Bab III), sangga diartikan sebagai kelompok belajar interaktif  teman sebaya usia antara 16-20 tahun (Pramuka Penegak). Sebagai satuan terkecil ataupun kelompok belajar, sangga tentu memiliki nama atau sebutan dan gambar atau tanda. Penentuan nama dan tanda sangga ini tentu untuk memudahkan administrasi dan tanda pengenal masing-masing sangga. Di mana dalam satu ambalan penegak akan terdiri atas maksimal empat sangga, yang jika masing-masing tidak memiliki tanda pengenal tersendiri akan menyulitkan dalam identifikasi dan administrasi. Karena itulah diperlukan nama dan tanda Sangga Pramuka Penegak.


       Tanda Sangga Pramuka Penegak pun menjadi salah satu bentuk dari Tanda Pengenal Gerakan Pramuka terkait dengan Tanda Satuan. Tanda Sangga Pramuka Penegak berbentuk  bujur sangkar dengan panjang masing-masing sisi 4 cm. Di dalamnya terdapat gambar yang melambangkan nama sangga tersebut. Pemilihan nama sangga dan gambar (lambang) sangga sesuai dengan pilihan segenap anggota sangga yang bersangkutan. Tanda ini di pasang di lengan sebelah kiri baju seragam pramuka.



      Dalam Petunjuk Penyelenggaraan Gugus depan Gerakan Pramuka disebutkan bahwa nama sangga dipilih diantara nama-nama Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana. Selain itu dapat juga dipilih nama-nama lain sesuai aspirasi anggota sangga. Selain Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana, sangga dapat menggunakan  nama-nama yang menyatakan minat dari anggota sangga seperti Sangga Seni Budaya, Sangga Religi, Sangga Sepak Bola, atau dengan menggunakan angka romawi. Nama tersebut  merupakan identitas sangga dan mengandung kiasan dasar yang dapat memberikan motivasi kehidupan sangga.

Nama, Kiasan Dasar, dan Gambar Sangga

Nama sangga Pramuka Penegak yang kerap dipakai adalah Perintis, Pencoba, Pendobrak, Penegas, dan Pelaksana. Kiasan dasar dan gambar dari masing-masing nama sangga tersebut adalah sebagai berikut :
  • Sangga Perintis. Perintis mengandung kiasan keperintisan, orang yang memulai mengerjakan sesuatu, pelopor, atau menjadi pembuka. 
  • Sejarah Sangga Perintis. Nama sangga perintis diambil dari peristiwa sebelum tahun 1908,yaitu saat dimana bangsa indonesia masih dalam masa penjajahan,dan bangsa indonesia mulai merintis dan menyatukan kekuatan untuk berjuang untuk melawan para penjajah.
          Gambar Sangga Perintis adalah sebagai berikut :



    sangga perintis

    Sangga Perintis

    Senin, 31 Maret 2014

    LATGAB SAKA

    Latgab adalah singkatan dari Latihan Gabungan.
    Jadi Latgab Saka adalah Latihan Gabungan antar Satuan Karya ( Seluruh Satuan Karya ).

    ok SALAM PRAMUKA...!!!
    di atas adalah sedikit pengertian atau definisi tentang latgab.
    Sebenarnya saya bingung sudah lama gak posting, urutan yang benar itu bagaimana.
    Jadi untuk posting kali ini adalah kegiatan saya selama beberapa bulan tidak berada didepan notebook saya.

    Tanggal 25 - 29 Desember 2013 telah dilaksanakan LATGAB SAKA se SUM-SEL BABEL dengan Tema PRATA LINTAS SAKA, dan ini adalah Latgab yang ke -6. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyama ratakan derajat seluruh Saka yang aktif dan bukan ajang kompetisi untuk menonjolkan Pangkalan masing - masing Satuan Karya.
    Saat kegiatan berlangsung setiap anggota digabungkan dengan anggota dari saka ataupun pangkalan lain guna menciptakan kebersamaan dan melatih mental serta saling berbagi pengalaman dan informasi.

    klikbaca selengkapnya untuk melihat sedikit dokumentasi

    Rabu, 27 November 2013

    SAKA BAHARI DAN SAKA BAKTI HUSADA



    Saka Bahari



    Satuan Karya Bahari adalah wadah bagi Pramuka yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan nyata, produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta dan menumbuhkan sikap hidup yang berorentasi kebaharian termasuk laut dan perairan dalam. Satuan Karya ini membidangi bidang Kelautan.
    Pembinaan Saka Bahari bekerjasama dengan pihak TNI AL Profesional di bidang Olahraga Air, Departemen Pariwisata dan Departemen Kelautan . Umumnya Saka Bahari hanya berada di wilayah yang memiliki potensi di bidang Bahari.
    Krida-krida dalam Saka Bahari, sebagai berikut.
    1. Krida Sumberdaya Bahari
    2. Krida Jasa Bahari
    3. Krida Wisata Bahari
    4. Krida Reksa Bahari






    Saka Bakti Husada


    Saka Bakti Husada adalah wadah pengembangan pengetahuan, pembinaan keterampilan, penambahan pengalaman dan pemberian kesempatan untuk membaktikan dirinya kepada masyarakat dalam bidang kesehatan.
    Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional oleh Kwarnas Gerakan Pramuka yang kemudian dicanangkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia pada tanggal 12 November 1985 sebagai Hari Kesehatan Nasional di Magelang. Sebagai dasar dari pelaksanaan kegiatan Saka Bakti Husada, maka diterbitkannya petunjuk penyelenggaraan nomor 053 tahun 1985.
    Saka Bakti Husada bertujuan untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkunganya. Kegiatan kesakaan dilaksanakan di gugusdepan dan satuan karya Pramuka disesuaikan dengan usia dan kemampuan jasmani dan rohani peserta didik. Kegiatan pendidikan tersebut dilaksanakan sedapat-dapatnya dengan praktek berupa kegiatan nyata yang memberi kesempatan peserta didik untuk menerapkan sendiri pengetahuan dan kecakapannya dengan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan keperluannya.

    SAKA DIGANTARA


    Hemmmm lanjut lagi nih sedikit info tentang Satuan Karya atau  SAKA,.
    Kali ini saya akan sedikit memberikan info tentang Saka Dirgantara,. Langsung saja
    Saka Dirgantara adalah wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Satuan Karya ini membidangi bidang kedirgantaraan, umumnya saka ini hanya berada di wilayah yang memiliki potensi kedirgantaraan, dengan kata lain memiliki landasan udara.
    Pelatihan Saka Dirgantara umumnya memperbantukan para profesional di bidang kedirgantaraan, TNI AU, pihak perusahaan penerbangan dan klub aeromodelling. Pelatihan biasanya diadakan di sebuah Pangkalan Udara tertentu.
    Krida-krida dalam Saka Dirgantara, sebagai berikut.
    1. Krida Olahraga Dirgantara
    2. Krida Pengetahuan Dirgantara
    3. Krida Jasa Kedirgantaraan
    Kecakapan Khusus Kelompok Kedirgantaraan, sebagai berikut.
    Krida Olah Raga Dirgantara
    1. Terbang Bermotor
    2. Terbang Layang
    3. Aeromodelling
    4. Terjun Payung
    5. Layang Gantung
    Krida Pengetahuan Dirgantara
    1. Aerodinamika
    2. Pengaturan Lalu Lintas Udara (PLLU)
    3. Meteorologi
    4. Fasilitas Penerbangan
    5. Navigasi Udara
    OK,. cuma ini info yang saya dapat namun semoga dapat bermanfaat,. SALAM PRAMUKA...!!!

     

    Krida Jasa Dirgantara
    1. Teknik Mesin Pesawat
    2. Komunikasi
    3. Aerial Search And rescue
    4. Struktur Pesawat
     
     
     

    Selasa, 26 November 2013

    Lagu Ceria Pramuka Siaga

    ITU KUTIL

    Dikala aku masih kecil
    ku tak tau apa yang kecil mungil
    ku sentil sentil 2x
    tak taunya eh eh 2x
    itu kutil

    ITU KUMIS

     Dikala aku sudah gadis
    ku tak tau apa yang hitam tipis
    ku kuris kuris 2x
    tak taunya eh eh 2x
    itu kumis

    ITU SELANG

     Dikala aku sudah bujang
    ku tak tau apa yang bulat panjang
    ku pegang pegang 2x
    tak taunya eh eh 2x
    itu selang

    TAI KUDA

    Sekarang aku sudah tua
    ku tak tau apa yang ada di bawah
    ku raba raba 2x
    tak taunya eh eh 2x
    TAI KUDA






    Lirik Lagu Himne Pramuka

             HIMNE PRAMUKA

    Kami Pramuka Indonesia
    Manusia Pancasila
    Satyaku Kudarmakan 
    Darmaku Kubaktikan
    Agar jaya Indonesia...... Indonesia Tanah Airku
    Kami Jadi Pandumu.

    Minggu, 06 Oktober 2013

    Saka Bhayangkara


    Saka Bhayangkara adalah wadah Pendidikan guna menyalurkan minat dan mengembangkan bakat serta pengalaman para pramuka penegak dan pandega dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kebhayangkaraan sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang baik, peduli terhadap keamanan,ketertiban masyarakat (Kamtibmas) baik lokal, nasional, maupun internasional
    Saka Bhayangkara adalah Satuan Karya yang berada di bawah pembinaan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Disamping itu Saka Bhayangkara merupakan Saka terbesar dan paling berkembang di Indonesia. Hal ini Karena Saka Bhayangkara dapat dibentuk di hampir seluruh wilayah Kwartir di Indonesia, tidak terbatas pada suatu sumber daya atau kondisi alam.
    Krida-krida dalam Saka Bhayangkara, sebagai berikut :
    1. Krida Ketertiban Masyarakat (Tibmas)
    2. Krida Lalu Lintas (Lantas)
    3. Krida Pengenalan Tempat Kejadian Perkara (PTKP)
    4. Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana (PPB)
      • Subkrida Pasukan Berkuda (Paskud)
      • Subkrida Pasukan Anjing Pelacak (Paskan)
      • Subkrida Pemadam Kebakaran (Damkar)
      • Subkrida Search And Rescue (SAR)
    Pada saat ini Krida saka bhayangkara yang memiliki subkrida Paskud hanya di wilayah Jakarta Timur, tepatnya Ranting Pasar Rebo, Ciracas, dan Cipayung.
    Pimpinan Saka Bhayangkara, adalah bagian dari kelengkapan kwartir ditingkatnya yang bertugas membantu kwartir dalam menentukan kebijaksanaan mengenai pemikiran, perencanaan dan petunjuk tekhnis mengenai kagiatan Saka Bhayangkara.
    Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara, disingkat Mabi Saka Bhayangkara adalah suatu badan dari gerakan Pramuka ditingkatnya berkewajiban memberikan bimbingan dan bantuan yang bersifat moral organisatoris, materiil dan finansial kepada Saka Bhayangkara di tingkatnya.
    Pamong Saka Bhayangkara, adalah anggota dewasa gerakan Pramuka yang bertanggung jawab atas pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara yang menjadi tanggung jawabnya.
    Instruktur Saka Bhayangkara, adalah anggota dewasa gerakan Pramuka atau seseorang yang bukan anggota gerakan Pramuka, karena kemampuan dan keahliannya untuk membantu pamong Saka Bhayangkara dalam melaksanakan pembinaan dan pengembangan Saka Bhayangkara yang menjadi tanggung jawabnya.
    Dewan Saka Bhayangkara, adalah badan yang dibentuk oleh anggota Saka Bhayangkara ditingkatnya yang beranggotakan dari anggota krida Saka Bhayangkara yang bertugas memimpin pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara sehari-hari.
    Krida, adalah satuan kecil yang merupakan bagian kecil dari Saka Bhayangkarasebagai wadah kegiatan keterampilan tertentu, yang merupakan bagian dari kegiatan Saka Bhayangkara yang beranggotakan maksimal 10 (sepuluh) orang.
    Kebhayangkaraan, adalah kegiatan yang berkaitan dengan keamanan negaradalam rangka menjamin tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesian Tahun 1945.
    Keamanan dan Ketertiban Masyarakat, disingkat KAMTIBMAS adalah keperluan hakiki masyarakat yang mendambakan suasana aman dan tertib dalam tata kehidupannya. Keamanan akan senantiasa berkaitan dengan perasaan masyarakat yang mendambakan :
      * Perasaan bebas dari ganguan fisik dan psikis (security)
      * Adanya rasa kepastian dan bebas dari kekhawatiran, keraguan dan ketakutan (surity)
      * Perasaan ilindungi dari segala macam bahaya (safety)
      * Perasaan damai dan tentram lahir batin (peace)

    Rabu, 25 September 2013

    Mengenal Satuan Karya Pramuka ( SAKA )

    Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega atau para pemuda usia antara 16-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Satuan Karya memiliki beberapa krida, yang masing-masing mengkhususkan pada subbidang ilmu tertentu. Setiap Krida memiliki SKKuntuk memperolehTKK Kelompok Kesatuan Karyaan yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di Saka tersebut.
    Satuan Karya Pramuka juga memiliki kegiatan khusus yang disebut Perkemahan Bakti Satuan Karya Pramuka disingkat Pertisaka yang dilaksanakan oleh tiap-tiap saka, sedangkan kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama lebih dari satu saka yang disebut Perkemahan Antar Satuan Karya Pramuka disingkat Peransaka. Kegiatan Peransaka antara lain melakukan transfer bidang keilmuan masing-masing Satuan Karya.
    Pada dasarnya Satuan Karya hanya diatur di tingkat nasional olehnamun ternyata ada Satuan Karya yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Kwartir Daerah yang bersangkutan.




    Organisasi dan Pembinaan


    Pengorganisasian


    Saka dibentuk di Kwartir Ranting Saka dapat dibentuk di Kwartir Ranting atas kehendak dan minat yang sama dari Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega, disesuaikan dengan situasi dan kondisi di wilayahnya. Saka dibentuk oleh dan berada di bawah wewenang, pengelolaan, pengendalian dan pembinaan Kwartir Ranting, sedangkan pengesahannya dilakukan oleh Kwartir Cabang. Apabila Kwartir Ranting belum mampu membentuk Saka, maka pembentukan Saka dapat dilaksanakan oleh Kwartir Cabang yang wewenang, pengelolaan, pengendalian dan pembinaannya oleh Kwartir Cabang.

    Satu Saka beranggotakan sedikitnya sepuluh orang dan sebanyak-banyaknya 40 orang yang terdiri dari sedikitnya atas dua Krida yang masing-masing beranggotakan lima hingga sepuluh orang. Pengembangan jumlah anggota dan Krida disesuaikan dengan kebutuhan. Saka dalam bidang tertentu yang beranggotakan lebih dari 40 orang dibagi ke dalam beberapa Saka yang sama bidangnya. Anggota putra dan putri dihimpun dalam satuan terpisah Saka Putera dibina oleh Pamong Putera dan Saka Puteri dibina oleh Pamong Puteri.

    Anggota Krida memilih Pemimpin Krida masing-masing dan pemimpin Krida menunjuk seorang Wakil Pemimpin Krida. Anggota Saka membentuk Dewan Saka yang dipilih dari Pemimpin Krida, Wakil Pemimpin Krida dan beberapa anggota. Saka membentuk Mabi Saka, yang anggotanya terdiri dari atas pejabat instansi pemerintah, tokoh masyarakat setempat dan/atau orang tua peserta didik.


    Pembinaan


    Saka dibina oleh seorang Pamong Saka. Pamong Saka adalah Pembina Pramuka, terutama Pembina Pramuka Penegak/Pandega atau anggota dewasa lainnya, yang memiliki minat dalam satu bidang kegiatan Saka sesuai dengan minat anggota Saka yang bersangkutan. Pamong Saka diangkat dan dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Cabang, atas usul Pimpinan Saka yang bersangkutan. Bila dalam Saka yang sejenis ada beberapa orang Pamong Saka, maka dipilih salah seorang sebagai kordinatornya. Masa bakti Pamong Saka adala tiga tahun dan sesudahnya dapat diangkat kembali. Pamong Saka secara ex-officio menjadi anggota Mabi Saka dari Saka yang bersangkutan. Tugas dan tanggungjawab Pamong Saka adalah :

    1. Mengelola pembinaan dan pengembangan Sakanya;
    2. Menjadi Pembina Saka dan bekerjasama dengan Majelis Pembimbing Sakanya;
    3. Mengusahakan instruktur, perlengkapan dan keperluan kegiatan sakanya;
    4. Mengadakan hubungan, konsultasi dan kerjasama yang baik dengan Pimpinan Saka, Kwartir, Majelis Pembimbing Saka, Gugusdepan dan Saka lainnya;
    5. Mengkoordinasikan instruktur dengan Dewan Kerja Saka yang ada dalam sakanya;
    6. Menjadi anggota Mabi Saka;
    7. Menerapkan Prinsip Dasar dan Metode Kepramukaan serta sistem Among dalam kegiatan pembinaan Sakanya;
    8. Melaporkan perkembangan Sakanya kepada kwartir dan Mabi Saka yang bersangkutan.

    Selain daripada Pamong Saka, untuk melatih anggota Saka dalam bidang Sakanya, maka di setiap Saka diadakan Instruktur Saka. Instruktur Saka adalah seseorang yang mempunyai kemampuan dan pengetahuan, keterampilan dan keahlian khusus di bidang tertentu yang bersedia membantu Pamong Saka dalam peningkatan kemampuan dan keterampilan anggotanya. Instruktur Saka diangkat dan dikukuhkan oleh Ketua Kwartir Cabang atas usul Pamong Saka dan Mabi Saka. Tugas dan tanggungjawab Instruktur Saka adalah :

    1. Melaksanakan pendidikan dan latihan sesuai dengan keahliannya bagi para aggota Saka.
    2. Menjadi penguji SKK bagi anggota Saka sesuai dengan bidang keahliannya dan melaporkan perkembangannya kepada Pamong Saka.
    3. Menjadi penasehat bagi Dewan Saka dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan Saka.
    4. Memberi motivasi kepada anggota Saka untuk membina dan mengembangkan bakat, minat dan kegemarannya.
    5. Meningkatkan pengetahuan, kecakapan dan pengalamannya melalui berbagai pendidikan.
    6. Mengikuti Orientasi Gerakan Pramuka. 
    7. Melaporkan pelaksanaan setiap kegiatan yang menjadi tugasnya.

    Sejarah Singkat tentang Baden-Powell



     SEJARAH BAPAK PANDU DUNIA

    Robert Stephenson Smyth Baden Powell adalah seorang pendiri gerakan pramuka yang saat ini mendunia
    Bapak pandu dunia ini sering di panggil dengan Lort Baden Powell Off Gilwell / BP.
    BP ini dilahirkan dikota London , inggris, pada tanggal 22 Februari 1857.
                    Ayah dari Baden Powell adalah Prif. Domone Baden-Powell seorang guru besar Geometri diuniversitas Oxford, Inggris, dan beliau menikah dengan seorang wanita yng bernama Henrietta Grace Smyte.
    DiCharterhouse, Boden-powell sangat popular, selain pandai dalam belajar sehingga baden-powell meraih beasiswa, Baden-powell juga banyak mengikuti kegiatan ekstra seperti :
    1.       Marchin Band,
    2.       Teater,
    3.       Melukis dan menggambar,
    4.       Kiper kesebelasan Charterhouse.
    DiCharterhouse School inilah BP mendapat julukan (Bathing-Powell).
    Diusia 19 tahun, BP menamatkan sekolah di Charterhouse School. Kemudian BP memutuskan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran, atas bantuan pamannya colonel Henry Smyte, komandan dari Royal Militay Academy di Woolwich.Kemudian setelah lulus dari akademi militer tersebut BP ditempatkan di India, denagn pangkat pembantu letnam.
    Pengalaman BP diketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan diInggris. Selain itu BP juga terkenal sebagai orang yang pandai bergaul dan banyak bergaul dan banyak kawannya.salah seorang sahabatnya yang terdekat adalah kennet Mc laren. Kebersamaan mereka telah menghasilkan banyak pengalaman baik dalam kedinasan, pementasan drama, maupun pemburuan hewan liar (babi).
    Setelah sempat berpindah – panda, dari satu kota kekota lain, dari satu daerah kedaerah lain, bahkan dari satu Negara kenegara lain. BP akhirnya bertugas ke Mafeking, sebuah kota pedalaman Afrika selatan. Kota inilah yang membuat nama BP menjadi terkenal dan menjadi pahlawan bangsanya,  karena jasa – jasanya dalam memimpin pertahanan kota Mafeking .
    Selama bertugas di Afrika, BP banyak melakukan banyak petualanngan sehimgga pengalaman – pengalamannya makin bertambah. Karena keberaniannya, BP mendapat julukan IMPEESA dari suku setempat seperti suku Zulu, Ashanti, Metabele. Pada tahun 1901, BP kembali ketanah air nya, Inggris dengan disambut besar – besaran sebagai salah satu pahlawannya. Pada tahun 1907 BP mendapat undangan dari kumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman – pengalamannya selama di Afrika khususnya dan selama di dinas ketentraan pada  umumnya, dalam sebuah perkemahan yang diikuti 20 orang anggotanya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan dipulau Brownse (Brownse Island).
    Pada tahun 1910, BP meletakan jabatannya didinas ketentraan dengan pangkat terkhirnya adalah Letnan Jendral. Mulailah BP berkonsentrasi penuh untuk mengembangkan kepanduan keseluruh dunia.
    Pada tahun 1912, BP melakukan perjalanan keliling dunia  untuk menemui para pandu di berbagai Negara. BP menikah dengan Olave St. Clair Soames (Lady Baden-Pawell) pada tahun tersebut, dan kemudian dikaruniai tiga anak yaitu peter, Heather dan Betty.
    Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara jambore dunia yang pertama. Pada hari terkhir kegiatan Jambore tersebut (6 Agustus 1920) BP di angkat sebagai Chief Scout Of The World atau bapak pandu sedunia. BP juga dianugrahi gelar Lord Baden Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raja George V. Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (Sekarang-Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa – masa akhirnya diInggris  (sekitar tahun 1935-1938). Kemudian BP kembali ke Afrika.
    Dan BP menghaiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau akhirnya, wafat pada tanggaln 8 januari 1941 dan dengan diantar diatas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ketempat peristirahatannya terakhir.